Lima Motivasi Kerja Kementerian Agama : Kerja Keras, Kerja Jelas, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, dan Kerja Ikhlas

Selasa, 11 Agustus 2015

PEMBUKAAN KEGIATAN BIMBINGAN MANASIK HAJI 
TINGKAT KECAMATAN TAHUN 2015


Pembukaan Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kecamatan Tahun 2015 diselenggarakan di Mesjid Besar Kec. Tarogong Kidul.   Kegiatan tersebut dibuka oleh sambutan dari Kepala KUA Kec. Tarogong Kidul selaku ketua panitia Drs. Cecep Binawiguna, dan dilanjutkan dengan sambutan dari Sekmat Kec. Tarogong Kidul yang mewakili Camat Kec. Tarogong Kidul  yang berhalangan hadir, serta sambutan terkahir dari  Kassubag TU Kemenag Kab. Garut, Drs. H. Undang Suryana, M.Si, yang sekaligus secara resmi membuka kegiatan tersebut.Pada acara pembukaan tersebut dihadiri pula antara lain oleh  Ketua MUI Kec. Tarogong Kidul Drs. H. Makhrojan dan Ketua IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Kec. Tarogong Kidul H. Kusdinar, serta para calon jemaah haji dari wilayah Kec. Tarogong Kidul yang pada tahun ini sebanyak 164 jemaah calon haji.

Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kecamatan Tahun 2015 akan diselenggarakan dari tanggal 10 - 13 Agustus 2015 dimulai pada pukul 12.30 sampai dengan selesai. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebanyak 4 (empat) kali pertemuan.Narasumber Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kecamatan Tahun 2015 berasal dari unsur Kementerian Agama Kab. Garut, IPHI Kab. GArut dan tokoh agama yag kompeten di bidang manasik haji.
Acara ini diharapkan dapat memberikan tambahan keilmuan bagi seluruh calon jamaah haji dari wilayah Kec. Tarogong Kidul, dan mudah-mudahan menjadi wasilah dan sababiyyah tercapai predikat haji mabrur dan mabruroh, amien.

Sambutan Kassubag TU Kemenag Kab. Garut


Sambutan Kepala KUA Kec. Tarogong Kidul


Sambutan Sekmat Kec. Tarogong Kidul


Ketua IPHI Kec. Tarogong Kidul dan Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh


Ibu-ibu peserta Bimbingan Manasik Haji Kec. Tarogong Kidul
  
Bapak-bapak peserta Bimbingan Manasik Haji Kec. Tarogong Kidul













Kamis, 02 Juli 2015

Pelunasan Tahap 1 Ditutup, Kuota Haji Reguler Tersisa 10.980


Jakarta (Pinmas) —- Masa pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bagi jamaah haji reguler tahap 1 ditutup sore ini, Selasa (30/06), pukul 16.00 WIB. Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) mencatat bahwa masih ada 10.980 jamaah haji yang belum melunasi  BPIH reguler.
Keputusan Menteri Agama (KMA) No 32 Tahun 2015 tentang Penetapan Kuota Haji Tahun 1436H/2015M mengatur bahwa kuota haji nasional berjumlah 168.800 yang terdiri dari kuota haji reguler (155.200) dan kuota haji khusus (13.600). Kuota haji reguler terbagi menjadi dua, yaitu: 154.049 untuk jamaah haji dan 1.151 untuk petugas haji daerah.
Sampai dengan Selasa sore tadi, Siskohat mencatat bahwa calon jamaah haji reguler yang sudah melakukan pelunasan berjumlah 143.069 orang. Masih tersedia 10.980 (7,13%) kuota dan karenanya Kementerian Agama akan membuka pelunasan BPIH Reguler tahap ke-2 pada 7 – 13 Juli mendatang.
Untuk pelunasan tahap kedua, pengisian sisa kuota diperuntukan bagi calon jamaah dengan ketentuan urutan prioritas: 1) jamaah tahap 1 yang mengalami kegagalan sistem pada saat pelunasan; 2) jamaah lunas tunda yang sudah berstatus haji; dan 3) jamaah yang nomor porsinya masuk alokasi Tahun 1436H/2015M dan sudah berstatus haji.
Selain itu, jamaah haji lansia dan penggabungan suami/istri dan anak/orang tua terpisah juga termasuk yang bisa melakukan pelunasan pada tahap 2, dengan catatan usia jamaah lansia sudah 75 tahun per tanggal 21 Agustus 2015 yang sudah mendaftar haji reguler paling lambat 1 Januari 2013. Jamaah lansia seperti ini dapat didampingi oleh 1 orang pendamping yaitu istri/suami/anak kandung/adik kandung yang sudah mendaftar haji reguler paling lambat 1 Januari 2013.
Catatan lainnya adalah jamaah haji penggabungan suami/istri dan anak/orang tua kandung terpisah, dengan ketentuan jamaah yang digabung sudah melunasi BPIH, jamaah haji yang menggabung sudah mendaftar haji reguler paling lambat 1 Januari 2013. Selain itu, jamaah lansia dan pendamping serta penggabungan suami/istri dan anak/orang tua terpisah, terdaftar haji reguler dalam satu provinsi yang sama.
Kuota Cadangan
Selain untuk jamaah haji reguler yang sudah masuk dalam daftar berhak lunas, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) juga membuka pelunasan untuk kuota cadangan. Sampai dengan penutupan Selasa sore ini, ada 5.794 jamaah haji yang masuk dalam kuota cadangan yang sudah melakukan pelunasan. Tahun ini setidaknya ada 7.775 kuota cadangan yang diberi kesempatan untuk melakukan pelunasan BPIH sesuai dengan ketentuan sebagai berikut:
1. jamaah tersebut memiliki status cadangan yang baru bisa diberangkatkan bilamana terdapat sisa kuota pada masing-masing provinsi dan kabupaten/kota setelah pelunasan tahap ke-2 berakhir (7 – 13 Juli 2015);
2. jamaah status cadangan harus membuat surat pernyataan di Kankemenag Kab/Kota sebelum melakukan pelunasan di BPS BPIH bahwa yang bersangkutan tidak melakukan tuntutan bilamana tidak diberangkatkan tahun ini dikarenakan kuota habis setelah pelunasan tahap 2. Surat pernyataan tersebut, sebagai dasar bagi pelunasan jamaah haji yang berstatus cadangan;
3. bilamana jamaah cadangan tersebut belum dapat diberangkatkan pada tahun 1436H/2015M, maka menjadi prioritas pemberangkatan pada tahun berikutnya dengan pembayaran besaran BPIH menyesuaikan dengan besaran tahun berikutnya.  (mkd/mkd)

Senin, 22 Juni 2015

Peran KUA & BP4 Perlu Ditingkatkan Untuk Tekan Angka Gugat Cerai


Jakarta (Pinmas) — Kepala Puslitbang Kehidupan Keagamaan Muharram Marzuki mengatakan pentingnya peningkatan peran KUA dan BP4 dalam memberikan nasihat perkawinan untuk menekan angka gugat cerai. Hal ini menjadi salah satu rekomendasi dari seminar atas hasil penelitian tentang Trend Cerai Gugat Di Kalangan Masyarakat Muslim yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (17/06).
Menurut Muharram, salah satu rekomendasi seminar Penelitian Trend Cerai Gugat Di Kalangan Masyarakat Muslim adalah pentingnya meningkatkan peran Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Islam (KUA), BP4, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memberikan nasihat-nasihat perkawinan dan pelayanan kursus calon pengantin.